Rabu, 21 Maret 2012

PERPISAHAN

kawan.....!
Hari ini bukanlah akhir dari rasa kebersamaan kami.
Bukan pula untuk berpisah selamanya.
Namun semua ini adalah impian kami yang telah terwujud nyata.
Walau sebenarnya hati ini ingin lebih lama bersama guru, sahabat dan lingkungan.
tapi era kian bergulir terus mengilas roda kehidupan.
Menuntut kami,memanggil kami , tuk mengapai ilmu yang semakin dalam.

Guru.....!
Engkau adalah satu satunya yang dapat kami percaya.
Engkau adalah satu satunya yang dapat kami gugu dan kami tiru.
Engkau adalah dambaan kami.
Disaat kami bodoh kau datang menghampiri kami.
lalu apa balasan kami, kami hanya membalas dengan acuh.
Disaat kami menangis karena bergurau dengan temanku,
kau juga datang menghampiri kami ,dengan mengucapkan kata " Bersalah anakku sayang ! "
Sedang kami hanya senyum senyum saja.
Engkau berjiwa ramah dan menyenangkan.
Sedang kami seperti singa yang menakutkan.
Dari itu doa guru akan kami nanti, agar kami menjadi seorang yang shaleh dan shaleha.

Shabat....!
Namamu terukir jelas dalam benakku.
Sulit rasanya tuk melepas  dirimu  begitu saja.
Diantara kita telah menyatu.
Menyatu dalam belajar, menyatu dalam berteman , bahkan menyatu dalam satu gagasan.
Tapi mengapa perpisahan ini telah menjemput kita.
Memanggil dengan kata-kata sendu.
Serta mengelus dengan belaian rasa kasih sayang.

Teman.....!
Biarlah hati ini kurelakan tuk melepas semuanya.
Melepas rasa rinduku, melepas rasa kesepianku serta melepas rasa kekangenanku.
Karena kini kau telah datang.
Memarni diri ini dengan hati kegundahan.
Sebab jiwaku ini masih belum mampu mendengar kata -kata perpisahan.
Tapi kenapa dengan mudah kau melambaikan tangan memanggil diri ini.
Andaikan kau tahu, jikalau kau mengerti ketulusan hati ini.
Lambaian tanganmu pasti kau gagalkan.

Guru.....!
Selama kami berada dalam lembaga ini
Kami telah banyak menyakiti hati guru,kami sering mengabaikan perintah guru,
Bahkan kami senantiasa selalu menyayat nyayat hati guru dengan sembilu kepedihan.
Pada malam ini,jam ini , bahkan detik ini.
ijinkan kami melantunkan kata -kata maaf, sebagai tanda taubat kami.
Semoga guru ikhlas menerima permohonan kami.
Guru adalah tumpuan hidup kami.
Guru telah banyak mengurbankan tenaga,harta serta pemikiran untuk kami.
Membina kami, membimbing kami, dan memotivasi kami.
Sedang kami hanya berucap kata maaf, maaf, dan maaf.

Rekan...!
Malam ini kami dipanggungkan
Malah ini kami disanjung tinggi.
Malam ini kami dipuji orang.
Tapi beban kami masih banyak, yang harus kami jaga.
Modah - modahan kami tidak terlena dengan pujian.
Semoga pula kami tidak terbuai dengan sanjungan.
Karena semua itu bukan milik kami.
Melainkan milik tuhan Allah Yang Maha Kuasa.
Sedang kami hanya mampu berucap.
Dengan satu kata yang berat kami keluarkan, tapi ini harus dilontarkan.
SELAMAT TINGGAL, SELAMAT TINGGAL, DAN SELAMAT TINGGAL

Tidak ada komentar:

Posting Komentar